Multikulturalisme dan pendidikan multicultural,Kedua, Membangun Paradigma Keberagamaan Inklusif, meliputi: Mengapa beragama harus inklusif?, problem keberagamaan serta membangun paradigm keberagamaan. Ketiga, Menghargai Keragaman Bahasa, meliputi: primordialisme VS Kesadaran Multilingual, Problem kebahasaan, serta menghargai keragaman bahasa di sekolah, peran guru dan sekolah dalam menghargai keragaman bahasa. Keempat, Membangun Sikap Sensistif Gender, meliputi: Persoalan gender dalam pendidikan multikultural, problem gender serta membangun gender di sekolah. Kelima,  Membangun Pemahaman Kritis Terhadap Ketidakadilan dan Perbedaan Status Sosial, meliputi: Status sosial dan pendidikan multikultural, problem kesejahteraan sosial, dan meningkatkan sikap kepedulian sosial di sekolah. Keenam, Membangun Sikap Anti Diskriminasi Etnis, meliputi: Keragaman etnis dan pendidikan multikultural, problem etnis di Indonesia serta membangun sikap anti diskriminasi etnis di sekolah. Ketujuh, Menghargai Perbedaan Kemampuan, meliputi: Problem diffable dalam pendidikan multikultural, problem diffable dan membangun sikap anti diskriminasi Terhadap Perbedaan Kemampuan di Sekolah serta membangun sikap anti diskriminasi terhadap perbedaan kemampuan di sekolah dengan memberikan contoh dan cara pemecahan masalah, sekaligus mahasiswa melihat bagaimana peran guru dan sekolah dalam membangun sikap anti diskriminasi terhadap perbedaan kemampuan. Delapan, Menghargai Perbedaan Umur, meliputi: Perbedaan umur dalam pendidikan multikultural, problem umur, serta membangun sikap anti diskriminasi umur di sekolah.